Beberapa waktu lalu, saya berkesempatan singgah di sebuah kota kecil di Jawa Tengah. Tidak ada agenda besar, hanya silaturahmi biasa. Tapi justru di situlah saya bertemu dengan sosok yang menurut saya luar biasa, meskipun namanya mungkin tidak pernah masuk berita nasional.
Namanya Pak Sastro (bukan nama sebenarnya). Usianya sudah mendekati 70 tahun. Dulu beliau aktif mengajar di sebuah sekolah desa, dan diam-diam menjadi penggerak literasi di wilayahnya.

Kami ngobrol panjang, ditemani kopi tubruk dan pisang goreng. Beliau tidak banyak bicara soal prestasi. Justru yang ditekankan adalah kegelisahan—tentang anak-anak yang semakin jauh dari membaca.
“Kadang yang paling berjasa itu justru yang paling jarang kita dengar namanya.”
Saya jadi teringat, kadang kita terlalu sibuk mencari tokoh besar, sampai lupa bahwa di sekitar kita banyak orang-orang penting yang bekerja dalam diam.
Pertemuan itu sederhana, tapi membekas.









