Benteng Terkepung. Minggu sore 12 April 2026 lalu, saya menghadiri undangan syukuran pernikahan (anak) seorang teman. Di Resto Milestone Coffee, Bintaro, Tangerang Selatan.
Mata acaranya meriah. Antara lain ada kuis dari event organizer (EO, yang musti dijawab undangan. Berhadiah uang tunai.
Di atas meja undangan, tersedia baki berisi lembaran kertas dan pena untuk diisi. Dimaksudkan sebagai testimoni hadirin, untuk kedua mempelai.
Saya mengambil lembaran kertas tersebut dan menuliskan testimoni. Kata-kata yang teruntai saya ambil dari kata bijak khazanah Persia (Iran). Tergores, “Perkawinan itu bagaikan benteng yang terkepung. Orang-orang yang belum pernah mengalami ingin segera masuk. Sementara, orang-orang yang telah mengalaminya ingin segera keluar dari benteng dimaksud”. 🤣
Tak dinyana, ternyata testimoni iseng tersebut terpilih, untuk dibacakan pembawa acara syukuran pernikahan di atas. Malu jadinya… 🫣










